Minggu, 19 Juni 2011

Tak Penting Ada Judul


 Tak Penting Ada Judul


       Seperti biasa, setelah aktivitas selesai aku kembali pulang, dan jalan yang aku lalui masih tetap sama. Akir - akhir ini telah memasuki musin kemarau...rasanya kering kerontang dan berhawa sangat panas. Dari jauh aku lihat bapak tua tukang becak yang pada akhirnya sering parkir mangkal ditempat rindang sebelah rumah. Ku hitung sudah beberapa kali ini aku melihatnya. Entah apa yang ada dipikirannya, apa lelah, apa cuma berteduh karena terlalu panasnya cuaca, atau mgkin putus asa karena tak ada lagi atau lebih tepatnya sudah jarang orang naik becak karena sudah banyak yang memiliki kendaraan sendiri.

        Pertama melihatnya, aku memberinya beberapa potong pakaian masih layak pakai, kemudian sebungkus nasi aku sertakan. Beberapa hari lalu aku juga melihat kedua kalinya, dan aku melakukan hal yang sama, sebungkus nasi aku sodorkan untuk makan siang. Untuk ketiga kalinya aku hanya melewatinya tanpa menyodorkan apa-apa, hanya sapaan ringan dan senyuman. " dimana ya anaknya? ", tanyaku dalam hati. Apa setega itu melihat bapaknya yang berusia senja mengayuh becak yang mungkin umurnya tak jauh beda dengannya.Sudah terbiasa buatku selalu bertanya dalam hati ketika melihat seseorang yang berusia lebih dari bapakku atau bahkan hampir sama, yang masih bekerja penuh layaknya mereka masih muda.

         Untuk keempat kalinya , saat aku bertemu, aku hanya menyampaikan pesan ibuku. Dengan senyum dia mengangguk mengerti. Aku lihat lamat-lamat wajah letih dan keriputnya. Aku lihat dalam-dalam, dan aku percaya itu aura ketulusan walaupun hanya dengan menyapa dan mengangguk yang menandakan mengerti pesan yang kusampaikan.

Go Green Hanyalah Sebuah Slogan....??


 Go Green Hanyalah Sebuah Slogan ....??



          Sekarang ini, entah terdengar berdengung serentak mulai kapan tepatnya kata2 go green mulai lancar terdengar di telinga kita. Mungkin sih sejak banyak sekali terjadi bencana alam. Banjir, gempa, longsor atau bahkan ada berita yang mengatakan kutub utara mencair, jakarta tenggelam, dan lain-lain.. Ya mungkin sejak itulah kata-kata itu  mulai akrab disapa telinga kita.... memang seperti peringatan, seperti halnya " jagalah kebersihan " slogan itu kan sudah jaman dahulu kala termashur, tapi pada kenyataannya masih tetap saja masih banyak yang tidak peduli. Sampah masih menjadi topik utama dikota-kota besar, seperti jakarta  khususnya dan kota lain umumnya. Kadang saya berpikir, Sebenarnya siapa sih yang salah?? Para manusianya, pemerintahnya ataukah sampah atau bumi yang kita huni?

          Faktanya, Sepengetahuan saya saat mengamati, melihat, yang paling sering dijalan, setiap orang yang lalu lalang membawa entah bungkus rokok, tissu, bungkus snack dll mereka membuangnya dijalan juga, seperti tanganya robot yang diprogram otomatis langsung buang. Padahal tempat sampah terlihat jelas dekat dan tidak sampai puluhan kilometer dari mereka. Fakta kedua, sungai adalah tempat yang paling nyaman dan mungkin sementara aman untuk membuang sampah bagi sebagian masyarakat kita. Terutama dikota besar seringkali kita lihat sungai - sungai berubah wujud dan fungsinya sebagai tempat pembuangan sampah, kadang sampai tak terlihat wajah dan rupa sungai itu sendiri.

Jumat, 17 Juni 2011

Kopi Tetap Segar


Kopi Tetap Segar 



Mungkin tips sederhana ini cocok untuk para pecinta kopi. Bagaiman membuat kopi dapat tetap beraroma dan terjaga kualitasnya.
1. Simpan kopi dalam wadah tertutup, tempat yang dingin dan kering. Jangan meletakkan kopi ditempat dekat kompor, oven atau tempat yang dapat memungkinkan terkena sinar matahari dan juga lampu karena suhunya bisa mempengaruhi kualitas kopi
2. Sebaiknya kopi jangan disimpan di freezer, namun apabila anda membeli dengan stok yang banyak bisa d simpan d frezeer dengan catatan kopi dibungkus dengan plastik kedap udara. Kopi yang sudah dkeluarkan dari freezer akan lembab karena perubahan suhu, dan tidak dapat dimasukkan lagi. Segara letakkan kopi ditempat yang dingin dan kering.
3. Biasakan membeli kopi dengan jumlah sesuai dengan kebutuhan. Pastikan untuk membuat kopi dengan air yang benar - benar mendidih supaya rasa kopi yang maksimal bisa didapatkan.

Senin, 13 Juni 2011

Si Lidah Buaya

Si Lidah Buaya


Semua orang dah pada tau tanaman ini....banyak tumbuh dimana-mana, dan.....tak kalah jg manfaatnya buat kita.Selain untuk kesehatan tubuh kita, pastinya sangat bagus bgt buat kulit kita agar tetap cantik sehat dan halus.. Umumya banyak orang yang eneg atau jijik dengan lidah buaya karena lendir dan baunya yang gak enak.. tapi jangan kuatir ini cara yang sangat mudah menghilangkan bau dan lendirnya.
1. Ambil lidah buaya yang cukup umur ( batang buah besar )
2. Kupas kulit lidah buaya ambil dagingnya dan potong-potong.
3. Cuci bersih dagingnya dan kemudian rebus sampai mendidih.
4. tiriskan
Nah setelah itu bisa langsung kita hidangkan sebagai jus, sebaiknya campur dengan jus buah-buahan yang disuka.... Tidak akan terasa bau dan lendir yg eneg. Coba minum jus lidah buaya ini secara rutin... kulitpun akan terasa lembut dan halus...eh kencang jg lo.... selamat mencoba.