Ibu Memberi Yang Kita Butuhkan
Seorang ibu penjual kue hidup hanya berdua saja dengan anaknya. Suatu hari Arman, anaknya, meminta es cream sepulang dari sekolah. "Ibu belikan es cream dong?". "Ibu tidak punya uang nak, lihatlah dagangan kue ibu belum terjual habis." jawab ibunya berlalu pergi. Arman pun kecewa.
Beberapa esok hari terlihat diberanda teras berkumpullah Arman dan teman-temannya. " Wah, jam tanganmu bagus sekali Wan?" tanya Arman takjub. "Iya dong ni kan baru beli, mahal lagi. Gak usah komen deh kalau gak bisa beli." tambahnya tertawa dan berlalu pulang. Secara kebetulan sang ibu datang dari berjualan kue. " Bu, belikan arman jam tangan dong? Arman juga ingin seperti punya teman-teman bu." Lagi - lagi ibunya menjawab sambil melangkah masuk ke dalam rumah, " Ibu belum punya uang nak. Lihat, kue - kue ibu belum habis terjual." Arman jengkel. Dia berteriak kesal dan marah. " Ibu pelit!!" dan bergegas pergi.
Sementara... didalam rumah terlihat mata sang ibu sembab, dia hanya mengucap lirih, " maafkan ibu nak."
Sementara... didalam rumah terlihat mata sang ibu sembab, dia hanya mengucap lirih, " maafkan ibu nak."
Beberapa tahun berlalu...
"Bu undangannya jadi berapa orang? Semua sudah siap nih, tinggal makanan dan pestanya saja." " Terserah kamu saja berapa orang yang mau diundang." kata ibunya tersenyum. "Bu aku mau pestanya mewah ya, makanannya spesial dan ada hiburannya juga." Kata Arman lagi. "Ibu tidak punya uang nak. Secukupnya saja, yang penting kan sakral pernikahannya." " Tapi aku mau yang tidak biasa bu, malu kan sama teman-teman, masak pesta pernikahan kok biasa saja." nada suara Arman mulai meninggi. " Arman, ibu tidak punya cukup uang. Pake saja uangmu." " Uang Arman habis bu! untuk ini itu dan semuanya. Ibu kenapa sih, semua apa yang Arman inginkan tidak pernah diberi! " jawabnya dongkol. " Tapi ibu tidak punya uang!" bentak ibunya.
Dua tahun kemudian...
" Alhamdulillah..... ternyata tabungan dan perhiasan ini sudah lumayan banyak kukumpulkan untuk Arman. Besok akan kuberikan pada Arman dan istrinya." kata sang ibu bahagia. Tak lama suara ketokan pintu terdengar dan dibukalah, ternyata Arman dan istrinya dengan barang bawaan yang begitu banyak. "Arman?????" tanya sang ibu heran. "Iya bu, Aman diusir pemilik kontrakan karena tidak mampu bayar. Boleh Arman tinggal disini sementara?" Mohonnya pada sang ibu. " Duduk dulu sini nak, ibu mau jelaskan sesuatu dan kebetulan kamu datang." Ketiganya mulai duduk, dan ibu memulai pembicaraan.
" Arman...ibu minta maaf, dari dulu sampai sekarang ibu tidak pernah memberikan apa yang kamu inginkan. Semua itu karena ini nak, sambil menunjukkan buku tabungan dan perhiasan pada Arman. Ibu mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk ibu tabung dan juga untuk semua perhiasan ini. Ambillah, ini semua untuk kamu, dan ibu tahu kamu membutuhkannya. Pakailah, ibu hanya bisa memberikan ini padamu dan juga istrimu." kata sang ibu tersenyum bahagia.
" Ibu ??????" kata Arman menangis sambil berlutut. " Maafkan Arman bu, selama ini Arman berpikir bahwa ibu tidak sayang sama Arman, karena ibu tidak pernah memberi apa yang Arman inginkan.. Tapi sekarang ibu bukan hanya memberi apa yang Arman inginkan tapi juga yang Arman butuhkan. Terima kasih bu." Jawab Arman menangis sambil memeluk ibunya.
Ternyata mungkin apa yang sering kita pikirkan selama ini salah. Tentang orang tua terhadap anaknya, dan terlebih lagi Tentang Tuhan terhadap makhluknya. Yang selalu pasti, Tuhan mungkin tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi Tuhan akan selalu memberi apa yang kita butuhkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar